ANGGUR

Peluang Untuk Penganggur

Sabar Ketika Sakit

Sabar Ketika Sakit

Sabar Ketika Sakit. Fawaid Pagi Hari Ini : *KEUTAMAAN SABAR KETIKA SAKIT* _Saudaraku kaum Muslimin rohimakumulloh .Hari-hari ini, kita banyak menyaksikan kematian di sana-sini. Terutama kematian yang salah satu sebabnya didahului dengan sakit *akibat pandemi Qorona (covid-19),* yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini di negeri kita tercinta ini !

Sakit Kepada Kematian

Ya, sakit yang diderita seseorang itu, terkadang *menjadi salah satu jalan yang mengantarkan seseorang kepada kematiannya*, meskipun hal itu tidak semuanya. Karena terkadang, seseorang itu akan sembuh, meskipun penyakit yang dideritanya itu sangat parah.

Karena itulah, *sebagai hadiah* khususnya bagi saudara-saudara kami yang saat ini sedang diberi ujian oleh Alloh ta’ala dengan sakit, maka kami sampaikan kepada Anda sebuah hadits Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, yang menjelaskan kepada kita semuanya, tentang pentingnya dan besarnya keutamaan ber-SABAR, ketika sedang mendapatkan musibah/ujian dari Alloh ta’ala !

Hadits itu adalah sebagai berikut :

عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ : اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ

_“Dari Ummu Al-Ala’ rodhiyallohu anha, dia berkata : ”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata :_

_*“Bergembiralah engkau wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya seorang Muslim itu, menjadikan Alloh akan menghilangkan kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa orang Muslim yang sakit tersebut), sebagaimana api yang bisa menghilangkan kotoran emas dan perak.“*_ (HR Abu Daud no. 3092, sanadnya shohih)

*FAEDAH (Pelajaran Penting) :*

1. Bahwa seorang Muslim itu pasti akan mendapatkan cobaan atau ujian dari Alloh ta’ala.

Baik ujian itu menimpa kepada dirinya sendiri, atau anggota keluarganya. Baik yang menimpa kepada anggota badannya, atau hartanya, atau kehidupannya secara umum.

Dengan cobaan/ujian itu, *akan nampaklah kadar keimanannya.* Dia mau bersabar ataukah tidak, dia ridho dengan ujian itu atau justru marah-marah/benci karenanya !

Diantara bentuk cobaan/ujian itu adalah *berupa sakit yang dideritanya !* Dan masih banyak bentuk-bentuk yang lainnya.

2. Dalam hadits ini, Nabi shollallohu alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa ujian yang dialami oleh seorang muslim itu (contohnya adalah ujian yang berupa sakit yang diderita seseorang), akan *menjadi PENGHAPUS dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya.*

Hal itu tentunya dengan syarat, yakni *apabila dia mau bersabar dan ridho dengan coban atau ujian tersebut !*

3. Ketahuilah, sabar itu memang berat, tak semudah yang dikatakan ! Tetapi ketahuilah pula, bahwa dalam kesabaran, terdapat banyak sekali keutamaan. Diantaranya adalah sebagai berikut :

*a. Bahwa orang-orang yang bersabar itu adalah orang-orang yang dicintai oleh Alloh ta’ala.*

Sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Alloh ta’ala :

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

_“Dan Alloh mencintai orang-orang yang sabar.“_ (QS Ali Imran : 146)

*b. Bahwa orang-orang yang sabar itu akan diberi balasan pahala yang lebih baik daripada amalannya tersebut, dan diberi balasan pahala tanpa batas (tak terhitung banyaknya).*

Sebagaimana dalam firman-Nya :

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

_“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.“_ (QS An-Nahl : 96)

Juga dalam firman Alloh ta’ala :

نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَاب ا

_“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.“_ (QS Az-Zumar : 10]

*c. Bahwa orang-orang yang sabar itu adalah orang-orang yang jujur/benar imannya dan mereka itulah orang yang bertakwa.*

Sebagaimana hal itu dinyatakan dalam firman Alloh ta’ala :

TIKA HATIMU REDHA, DIRIMU AKAN BAHAGIA

Sahabat,
Kita akan diuji dengan apa yang kita sayang sehingga terduduk tak berdaya. Lalu kita sedar bahawa tiada kebahagiaan melainkan melalui jalan sabar dan redha menerima ketetapan dan keputusan Allah SWT.
Selagi tidak redha, kita akan lelah berpindah daripada satu zikir ke satu zikir. Daripada satu usaha ke satu usaha. Daripada doa kepada doa. Daripada sedekah kepada sedekah.
Saat diuji dengan berat, redha ialah langkah pertama menuju jalan penyelesaian. Pintu kepada kebahagiaan.
Firman Allah SWT:
وَلَوۡ أَنَّهُمۡ رَضُوا۟ مَاۤ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ سَیُؤۡتِینَا ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ وَرَسُولُهُۥۤ إِنَّاۤ إِلَى ٱللَّهِ رَ ٰ⁠غِبُونَ
Maksudnya: Dan (amatlah baiknya) kalau mereka berpuas hati dengan apa yang diberikan oleh Allah dan RasulNya kepada mereka, sambil mereka berkata: “Cukuplah Allah bagi kami; Allah akan memberi kepada kami dari limpah kurniaNya, demikian juga RasulNya; sesungguhnya kami sentiasa berharap kepada Allah”
(At-Taubah:59)
Sabda Nabi Muhammad SAW:
عَنْ أَنَسِ بن مَالِك رضى الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( اِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمَ البَلاَءِ ، وَاِنَّ الله تَعَالَى اِذَا أَحَبَّ قَومًا اِبْتَلاهُمْ ، فَمَنْ رَضِي فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ )).
Maksudnya : “Daripada Anas bin Malik r.a. katanya, Rasulullah SAW bersabda: “Besarnya suatu pahala adalah tergantung dari besarnya ujian (dari Allah SWT). Dan sesungguhnya Allah SWT apabila mencintai suatu kaum, Allah SWT menguji mereka. Maka siapa yang redha dengan ujian itu, maka ia akan mendapatkan keredhaan-Nya. Dan siapa yang membenci (tidak redha) ujian tersebut, maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.”
(HR Tirmizi)
Berhentilah memaksa Allah untuk mengikut kehendak dan impian kita. Sesungguhnya Allah menjawab doa sesuai kemampuan kita sebagai hamba.
Didiklah hati untuk redha dan bangkit semula kerana Allah. Yakinlah bahawa sebesar mana pun ujian yang kita sedang hadapi saat ini, Allah SWT lebih besar dan berkuasa berbanding ujian tersebut.
Bagi orang beriman, segala keputusan Allah ialah terbaik buat dirinya. Nikmat dan kesenangan hidup tidak membuatkannya riak, takabbur dan ujub sehingga lupa asal-usulnya.
Manakala dugaan dan musibah pula tidak membawa kepada putus asa, kecewa dan merungut-rungut sehingga menyalahkan takdir daripada Allah SWT.
Sabda Nabi Muhammad SAW :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Maksudnya: “Sangat ajaib keadaan seseorang yang beriman, sesungguhnya segala urusannya adalah baik, dan itu tidak terjadi kepada seseorang kecuali hanya bagi orang yang beriman.
Jika dia mendapat kesenangan dia bersyukur, maka demikian itu kebaikan buatnya. Dan jika dia mendapat kesusahan, dia bersabar, maka demikian itu adalah kebaikan buatnya.”
(HR Muslim)
DOA UNTUK MENDIDIK SABAR DAN REDHA TERHADAP UJIAN
رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Maksudnya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.
(Surah al-A’raf : 126)
Sahabat,
Ayuh pujuk hati untuk sentiasa redha dan berlapang dada dengan setiap ketentuan-Nya. Mudah-mudahan kita dimatikan dalam keadaan Allah SWT jua redha terhadap diri kita. 🤲
SILAKAN SHARE, KITA BERKONGSI KEBAIKAN DAN GANJARAN PAHALA. 🌹😊
ASMA’ BINTI HARUN
#UAHSahabatDuniaAkhirat
#MotivasiHatiSiri3

Leave a Reply

%d bloggers like this: